Nah sebelum jawab pertanyaan di atas, mending kita lihat dulu dua lirik lagu ini..
Lagu yang pertama yang juga one of the top 5 in my playlist ini di popuperkan oleh seorang berkebangsaan Amerika, John Ondrasik yang lebih memilih nama Five For Fighting saat naik ke stage. Katanya sih nama five for fighting di ambil berdasarkan pengalaman main hockey,,(nah loh??)
well..tanpa berlama-lama,,check it out..(gaya presenter acara top chart music :D)
The Riddle
There was a man back in '95
Whose heart ran out of summers
But before he died, I asked him?Wait, what's the sense in life?
Come over me, Come over me?
He said, "Son why you got to sing that tune?
Catch a Dylan song or some eclipse of the moon?
Let an angel swing and make you swoon
Then you will see, you will see"
Then he said, "Here's a riddle for you
Find the answer: There's a reason for the world
You and I"
Picked up my kid from school today
Did you learn anything? ?Cause in the world today
You can't live in a castle far away
Now talk to me, come talk to me
He said, "Dad I'm big, but we're smaller than small
In the scheme of things, well we're nothing at all
Still every mother's child sings a lonely song
So play with me, come play with me"?
And hey Dad, here's a riddle for you
Find the answer: There's a reason for the world
You and I?
I said, "Son for all I've told you
When you get right down to the
Reason for the world who am I?"
There are secrets that we still have left to find
There have been mysteries from the beginning of time
There are answers we're not wise enough to see
He said, ?You looking for a clue? I love you free?
The batter swings and the summer flies
As I look into my angel's eyes
A song plays on while the moon is hiding over me
Something comes over me
I guess we're big and I guess we're small
If you think about it man you know we got it all
'Cause we're all we got on this bouncing ball
And I love you free, I love you freely
Here's a riddle for you
Find the answer: There's a reason for the world
You and I
© FIVE FOR FIGHTING MUSIC
bagus kan liriknya??? iyyaallaahh..saya tuh memang gak pernah salah pilih lagu.. :D :D
Nah sekarang ini lagu yang kedua. lagu ini kayaknya baru di liris bulan lalu kalau gak salah, soalnya saya dengernya baru kemarin. Yah kurang tau juga sih kapan jelasnya lagu ini banyak didengar, saya kurang update lagu-lagu dalam negeri soalnya..hehehe.. (pengecualian untuk Ayu Ting-Ting..I'm a big fans of her..wkwkwkwkw)
Dipopulerkan oleh salah satu Band terpopuler Indonesia, Ungu. Yah check this out lah.
I Need You
oh baby don’t you know how much i love you
oh baby don’t you know how much i miss you
oh baby don’t you know it’s true
i l o v e u, i love you
i m i s s u, i miss you
oh baby don’t you know how much i love you
oh baby don’t you know how much i miss you
oh baby don’t you know it’s true
oh baby don’t you know how much i need you
oh baby don’t you know how much i want you
oh baby don’t you know it’s true
i n e e d u, i need you
i w a n t u, i want you
oh baby don’t you know how much i love you
oh baby don’t you know how much i miss you
oh baby don’t you know it’s true
oh baby don’t you know how much i need you
oh baby don’t you know how much i want you
oh baby don’t you know it’s true
oh baby don’t you know how much i love you
oh baby don’t you know how much i miss you
oh baby don’t you know it’s true
oh baby don’t you know how much i need you
oh baby don’t you know how much i want you
oh baby baby i want you
baby baby how much i love you
baby baby how much i need you
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Tuh kan pasti udah bisa liat sendiri perbedaannya. Keduanya mungkin punya maknanya masing-masing, tapi di lagu pertama kita bisa liat cara penulis lagu bercerita dalam tiap liriknya, lebih touching..hehehe.. Nah mungkin saya dan kamu akan sependapat kalau lagu kedua ini lebih miskin kata dan tentunya bertema "Cinta Anak Muda". Yang bisa kita tangkap setelah baca liriknya paling cuma seorang cowok yang mau bilang I Love U sama ceweknya. iya kan???
Tapi saya kurang tahu juga sih apa memang sengaja di buat begitu biar lebih gampang lebih gampang di ingat oleh para fans supaya bisa nyanyi-nyanyi dan jingkrak-jingkrak bareng pas konser, nah kan bisa bikin konser ramai tuh. Otomatis tawaran manggung meningkat. Atau karena sekarang sudah jamannya teknologi canggih dimana lagu-lagu sudah bisa di dapat dengan mudah. Jadi dari pada capek-capek dan mahal-mahal bikin album, para musisi lebih baik berlomba-lomba buat singgle yang bisa mengundang banyak penggemar. Yah kalau sekarang jamannya musik melayu, para musisi buat lagu melayu. Besok ganti lagi boy band, yah di bikin lagi musik ngepop dengan tambahan DJ biar tambah seru Dancing - nya. Soal lirik???? gampang..tinggal bikin aja empat baris trus di ulang-ulangin. Jadi deh. Yang penting kan sesuai dengan selera pasar.
Ini sih asumsi pribadi tanpa ada penelitian dan observasi mendalam saya saja. Tapi saya sih berharapnya kita bisa lebih banyak disajikan lagu-lagu dengan lirik yang lebih mampu bercerita dengan tema yang tidak hanya tentang orang yang baru saja putus dari pacarnya, dalam bahasa kita sendiri tentunya.
..:: kau bisa menikmatinya sesukamu,,karena dia tidak untuk dirangkai,,tidak untuk dipajang..atau dijadikan buah tangan..biarkan dia hidup seadanya..dan angin akan menerbangkan serbuknya ::..
Sabtu, 26 November 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
Kapitalisme dalam Curhatan Mbak Bakso
Warung bakso dekat Trika, 27 Oktober 2011
Sambil meracik bakso dan mie pangsit untuk pelanggannya, Mbak bakso mengoceh sendiri.
"Kalau sewanya enam juta sebulan pastinya penghasilan dari jualan bakso nda akan cukup. Belum lagi uang jajan anak-anakku 1,5 juta sebulan. Ditambah uang buat bayar listrik sama air sekitar sejuta, semuanya delapan juta lebih. Uang dari mana???? Biaya sehari-hari bagaimana?? Beli BeHa saja nda bisa."
"Yang dua di depan itu, sudah di sewa sama Alfa Mart, trus yang disampingnya itu katanya butik pakaian, yang disampingnya lagi ada warung nasi goreng. Yaa ampuuun..Kalau sudah ada warung bakso yang booking, pelanggan saya dari mana????"
Dengan semangat Mbak bakso melontarkan keluhannya sambil menunjuk-nunjuk pada sebuah proyek pembangunan ruko yang berlokasi tepat di depan warung baksonya.
Mungkin tidak hanya Mbak bakso, beberapa pedagang kecil tetangganya juga akan mengalami keresahan yang sama ketika proyek pembanguan ruko ini mulai berjalan, terlebih ketika diketahui beberapa petak ruko itu telah di sewa oleh para pemilik modal besar yang akan menyingkirkan dagangan mereka.
Yah memang saat ini kita telah dibanjiri dengan pembanguan ruko-ruko yang kini tidak hanya ada di tengah-tengah kota tapi juga telah memasuki daerah-daerah terpencil. Saya pun sempat heran ketika pembangunan proyek ini dimulai. Daerah itu hanyalah pemukiman yang mayoritas di huni oleh mahasiswa, yang kita tahu kantongnya selalu pas-pasan. Lahannya pun sempit, sehingga ketika pembanguan proyek ini di mulai kemacetan seringkali terjadi akibat truk dan alat berat yang mondar-mandir mambawa material. Di samping itu dengan dibangunnya proyek ini akan semakin mengurangi daerah resapan air sehingga daerah yang langganan banjir tiap musim hujan ini akan semakin "terendam'' jika terguyur sedikit saja. -tentunya hal ini tidak berlaku pada ruko yang telah dibangun dengan teknologi penghalang banjir nya.-
Mungkin anda akan sependapat dengan saya dan berpikir, Betapa serakahnya para pemilik modal ini, sampai lahan terkecil sekalipun tidak ingin mereka lewatkan. Namun begitulah kapitalisme. Dengan memanfaatkan pola tingkah masyarakat yang konsumtif, mereka memanfaatkan sekecil pun peluang yang ada. Menyajikan produk yang menyediakan kenyamanan, ke-praktis-an, yang kemudian memaksa kita untuk membentuk pola hidup yang "sama." Kita digembleng untuk mengikuti gaya hidup kaum elit, hidup secara sendiri-sendiri, -bahkan tidak untuk mengenal tetanggamu sendiri,- dituntut untuk mampu bersaing, yang kemudian akan tergerus jika tidak mampu mengikuti laju persaingan.
Hadirnya ruko ini mungkin akan menyingkirkan keramah-tamahan Mbak bakso ketika menyiapkan dagangannya. Lalu apa yang akan terjadi dengan Mbak bakso ini??? Yah mungin saja karena tidak mampu bersaing maka ia akan dengan pasrah menutup warungnya. Mungkin dia akan mencoba melamar untuk menjadi pramusaji di salah satu rumah makan di ruko yang sempat menjadi saingannya. Karena dia harus tetap bertahan melawan arus yang semakin deras.
Sambil meracik bakso dan mie pangsit untuk pelanggannya, Mbak bakso mengoceh sendiri.
"Kalau sewanya enam juta sebulan pastinya penghasilan dari jualan bakso nda akan cukup. Belum lagi uang jajan anak-anakku 1,5 juta sebulan. Ditambah uang buat bayar listrik sama air sekitar sejuta, semuanya delapan juta lebih. Uang dari mana???? Biaya sehari-hari bagaimana?? Beli BeHa saja nda bisa."
"Yang dua di depan itu, sudah di sewa sama Alfa Mart, trus yang disampingnya itu katanya butik pakaian, yang disampingnya lagi ada warung nasi goreng. Yaa ampuuun..Kalau sudah ada warung bakso yang booking, pelanggan saya dari mana????"
Dengan semangat Mbak bakso melontarkan keluhannya sambil menunjuk-nunjuk pada sebuah proyek pembangunan ruko yang berlokasi tepat di depan warung baksonya.
Mungkin tidak hanya Mbak bakso, beberapa pedagang kecil tetangganya juga akan mengalami keresahan yang sama ketika proyek pembanguan ruko ini mulai berjalan, terlebih ketika diketahui beberapa petak ruko itu telah di sewa oleh para pemilik modal besar yang akan menyingkirkan dagangan mereka.
Yah memang saat ini kita telah dibanjiri dengan pembanguan ruko-ruko yang kini tidak hanya ada di tengah-tengah kota tapi juga telah memasuki daerah-daerah terpencil. Saya pun sempat heran ketika pembangunan proyek ini dimulai. Daerah itu hanyalah pemukiman yang mayoritas di huni oleh mahasiswa, yang kita tahu kantongnya selalu pas-pasan. Lahannya pun sempit, sehingga ketika pembanguan proyek ini di mulai kemacetan seringkali terjadi akibat truk dan alat berat yang mondar-mandir mambawa material. Di samping itu dengan dibangunnya proyek ini akan semakin mengurangi daerah resapan air sehingga daerah yang langganan banjir tiap musim hujan ini akan semakin "terendam'' jika terguyur sedikit saja. -tentunya hal ini tidak berlaku pada ruko yang telah dibangun dengan teknologi penghalang banjir nya.-
Mungkin anda akan sependapat dengan saya dan berpikir, Betapa serakahnya para pemilik modal ini, sampai lahan terkecil sekalipun tidak ingin mereka lewatkan. Namun begitulah kapitalisme. Dengan memanfaatkan pola tingkah masyarakat yang konsumtif, mereka memanfaatkan sekecil pun peluang yang ada. Menyajikan produk yang menyediakan kenyamanan, ke-praktis-an, yang kemudian memaksa kita untuk membentuk pola hidup yang "sama." Kita digembleng untuk mengikuti gaya hidup kaum elit, hidup secara sendiri-sendiri, -bahkan tidak untuk mengenal tetanggamu sendiri,- dituntut untuk mampu bersaing, yang kemudian akan tergerus jika tidak mampu mengikuti laju persaingan.
Hadirnya ruko ini mungkin akan menyingkirkan keramah-tamahan Mbak bakso ketika menyiapkan dagangannya. Lalu apa yang akan terjadi dengan Mbak bakso ini??? Yah mungin saja karena tidak mampu bersaing maka ia akan dengan pasrah menutup warungnya. Mungkin dia akan mencoba melamar untuk menjadi pramusaji di salah satu rumah makan di ruko yang sempat menjadi saingannya. Karena dia harus tetap bertahan melawan arus yang semakin deras.
Minggu, 23 Oktober 2011
Jangan sampai salah kader!!
4 Oktober 2011
Me : Kenapa malam pulang de’?
Put : Tinggal ka dulu urus inagurasiku.
Me : Eh? Baru mau ko inagursi?? Na ada mi Maba mu toh?
Put : Iye’
Me : Jadi di patolo-toloi ko depannya mabamu??
Put : Begitu mi
Me : Ngeeeekkkk.
Setahun lalu.
Put : Kk’tika minta ka dulu uang ta’.
Me : Knapa cepat skali habis uang jajan mu de’.
Put : Mau belikan senior ku cokelat sama rokok.
Me : Loh??
Bulan kemarin
Put : Turun sekali IP ku semester ini.
Me : Knapa bisa de’?
Put : Nda tau mi juga. Tambah hancur mi lagi nanti, karena sekarang 09 mi yang pegang asisten.
Me : Eh? Knapa kah kalau 09?
Put : Nda di suka angkatan ku sama 09. Apa lagi saya sama teman2 geng ku, dibenci mi kayaknya. Biasa nda ada yang mau damping kelompok ku kalau asistensi.
Me : Eh???????
Masa menjadi mahasiswa merupakan salah satu fase terpenting dalam kehidupan kita. Bukan karena ini jenjang tertinggi dalam pendidikan, tapi Karena disinilah kita kita mulai mengenal dan dihadapkan pada realita sosial yang sebenarnya. Kritis. Itulah yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Kritis atas yang dianggapnya salah.
Mahasiswa seharusnya selalu menjadi agen pembaharu dalam masyarakat. Adapun mahasiswa yang baru menginjak fase ini sepatutnya digembleng untuk menjadi manusia yang “melek” terhadap apa yang terjadi dalam lingkungannya. Pengkaderan mahasiswa baru sepatutnya menjadi wadah untuk membentuk mahasiswa yang ideal, yang tentunya sesuai tugas dan perannya dalam masyarakat. Jangan sampai suatu lembaga mahasiswa mengahasilkan “produk” yang hanya bisa menghasilkan sesuatu untuk diri mereka sendiri.
Kaderisasi pada dasrnya adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Kaderisasi adalah proses pencetakan manusia, sehingga proses ini pun harus sesuai dengan nilai kemanusiaan. Oleh karena itu dibutuhkan metode pengembangan yang tepat. Saya mungkin tidak akan mempersoalkan soal nilai, karena setiap organisasi mempunyai nilainya masing-masing. Tapi proses tersampaikannya nilai harus dengan jalan yang baik. Orang yang mengkader seharusnya menunjukkan jalan bukan menjerumuskan ke lubang.
Realitanya saat ini mahasiswa terjerembab kedalam berbagai gaya yang miskin makna. Contohnya saja inagurasi tadi. Saya kurang yakin apakah inagurasi ini benar-benar dimaknai sebagai salah satu tahap pengkaderan atau hanya sebagai ritual tahunan dan ajang balas dendam. Saya sungguh sangat prihatin dengan apa yang dialami oleh adik saya. Sebenarnya dia mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam hal keorganisasian (mantan ketos di SMAnya dulu) dan saya yakin kemampuannya itu sangat besar untuk diberdayakan. Namun sayangnya tempat dia bernaung saat ini tidak bisa mewadahi itu.
Kami telah sering berdiskusi tentang hal ini, telah banyak sekali keluhan yang dia lontarkan terkait masalah ini. Namun sangat sulit untuk diungkapkan karena senior yang saat ini menggenggam nasibnya punya pengaruh yang sangat besar hingga ia meniti karirnya kelak.
Mungkin jika kami orang kaya, adikku akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Tempat yang tidak hanya mengajarkannya cara memegang stetoskop, namun juga memperlihatkannya bagaimana menjadi manusia sebenarnya. Tapi melihat kondisi kantong orang tua dan uang ratusan juta yang akan terbuang percuma, adikku hanya bisa bersabar, dan tetap berkaya atas apa yang dia yakini benar.
Me : Kenapa malam pulang de’?
Put : Tinggal ka dulu urus inagurasiku.
Me : Eh? Baru mau ko inagursi?? Na ada mi Maba mu toh?
Put : Iye’
Me : Jadi di patolo-toloi ko depannya mabamu??
Put : Begitu mi
Me : Ngeeeekkkk.
Setahun lalu.
Put : Kk’tika minta ka dulu uang ta’.
Me : Knapa cepat skali habis uang jajan mu de’.
Put : Mau belikan senior ku cokelat sama rokok.
Me : Loh??
Bulan kemarin
Put : Turun sekali IP ku semester ini.
Me : Knapa bisa de’?
Put : Nda tau mi juga. Tambah hancur mi lagi nanti, karena sekarang 09 mi yang pegang asisten.
Me : Eh? Knapa kah kalau 09?
Put : Nda di suka angkatan ku sama 09. Apa lagi saya sama teman2 geng ku, dibenci mi kayaknya. Biasa nda ada yang mau damping kelompok ku kalau asistensi.
Me : Eh???????
Masa menjadi mahasiswa merupakan salah satu fase terpenting dalam kehidupan kita. Bukan karena ini jenjang tertinggi dalam pendidikan, tapi Karena disinilah kita kita mulai mengenal dan dihadapkan pada realita sosial yang sebenarnya. Kritis. Itulah yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Kritis atas yang dianggapnya salah.
Mahasiswa seharusnya selalu menjadi agen pembaharu dalam masyarakat. Adapun mahasiswa yang baru menginjak fase ini sepatutnya digembleng untuk menjadi manusia yang “melek” terhadap apa yang terjadi dalam lingkungannya. Pengkaderan mahasiswa baru sepatutnya menjadi wadah untuk membentuk mahasiswa yang ideal, yang tentunya sesuai tugas dan perannya dalam masyarakat. Jangan sampai suatu lembaga mahasiswa mengahasilkan “produk” yang hanya bisa menghasilkan sesuatu untuk diri mereka sendiri.
Kaderisasi pada dasrnya adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Kaderisasi adalah proses pencetakan manusia, sehingga proses ini pun harus sesuai dengan nilai kemanusiaan. Oleh karena itu dibutuhkan metode pengembangan yang tepat. Saya mungkin tidak akan mempersoalkan soal nilai, karena setiap organisasi mempunyai nilainya masing-masing. Tapi proses tersampaikannya nilai harus dengan jalan yang baik. Orang yang mengkader seharusnya menunjukkan jalan bukan menjerumuskan ke lubang.
Realitanya saat ini mahasiswa terjerembab kedalam berbagai gaya yang miskin makna. Contohnya saja inagurasi tadi. Saya kurang yakin apakah inagurasi ini benar-benar dimaknai sebagai salah satu tahap pengkaderan atau hanya sebagai ritual tahunan dan ajang balas dendam. Saya sungguh sangat prihatin dengan apa yang dialami oleh adik saya. Sebenarnya dia mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam hal keorganisasian (mantan ketos di SMAnya dulu) dan saya yakin kemampuannya itu sangat besar untuk diberdayakan. Namun sayangnya tempat dia bernaung saat ini tidak bisa mewadahi itu.
Kami telah sering berdiskusi tentang hal ini, telah banyak sekali keluhan yang dia lontarkan terkait masalah ini. Namun sangat sulit untuk diungkapkan karena senior yang saat ini menggenggam nasibnya punya pengaruh yang sangat besar hingga ia meniti karirnya kelak.
Mungkin jika kami orang kaya, adikku akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Tempat yang tidak hanya mengajarkannya cara memegang stetoskop, namun juga memperlihatkannya bagaimana menjadi manusia sebenarnya. Tapi melihat kondisi kantong orang tua dan uang ratusan juta yang akan terbuang percuma, adikku hanya bisa bersabar, dan tetap berkaya atas apa yang dia yakini benar.
Untuk menciptakan kader yang baik, dalam kaderisasi harus terdapat metode yang mampu merepresentasikan nilai-nilai yang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)